Semangat Kerja

Tergesa-gesa membuka file excel, menyiapkan claim bulanan, kurir DHL akan pick up dokumen hari ini, yahhhh…rutinitas bulanan yang harus dilakukan kecuali situ mau tagihan henpon bayar sendiri.

Claim untuk bulan Januari, membuat folder baru untuk claim di tahun 2014. Ini folder ke empat, tak terasa aku menjelang 4 tahun bekerja di sini.

Dan beberapa hari ini keadaan lagi dalam mood “senggol bacok”. Laporan-laporan yang kalau aku kerjakan membuat perut keram, stress dengan kondisi pasar sekarang, dollar yang ga bersahabat. Dan akupun buanyak sekali ngomel di kantor, diselingi buka lemari snack atau kulkas mencari makanan yang konon cerita orang bisa mengurangi stress.

Pukul dua siang, aku sudah terlanjur janji dengan satu agency, yang dapat kontak perusahaan kami melalui facebook fanpage, panjang prosesnya akhirnya berhasil menghubungiku di kantor, dan karena kegigihannya aku luluh juga untuk bertemu.

Bel kantor berbunyi, aku tau ini pasti agency yang sudah janjian untuk meeting, kerjaan lain masih banyak, tapi aku sedikit terkejut, yang datang dua orang dan yang satunya dituntun.

Ternyata selama ini yang berkali-kali email aku, dan tak satupun kubalas adalah seorang yang dituntun tadi.

Membuka meeting dia memperkenalkan diri, dan menjelaskan juga kondisinya, dia terkena glaukoma, sewaktu kerja tiba-tiba satu matanya black out dan perlahan satunya lagi juga sama dan akhirnya menjadi buta total.

Dan dia menjelaskan, bagaimana caranya selama ini dia menulis artikel, email, dan sms.

Saya mendengarkan setiap kalimat yang diucapkannya dengan antusias mengenai proposal dan ide-idenya,  sampai saya susah untuk memotongnya untuk menutup meeting, karena boss sudah whatsapp menunggu laporan yang lainnya.

Daaaannn.. setelah meeting selesai, saya masih tetap kerja dengan kesal dan stress, tidak tau harus menyalahkan siapa.

Posting ini aku tulis di commuterline pulang menuju Bekasi pukil sepuluh malam, setelah selesai nonton film Jack Ryan.

Sambil merenung kalau belakangan ini aku terlalu banyak bersungut-sungut, marah, kesal. Bertemu agency tadi siang yang masih begitu bersemangat dengan kondisi terbatas membuatku malu.

Aku masih bisa melihat, stress kerja, pulangnya masih bisa pergi nonton, bisa bermain dengan Kalev. Dan banyak hal yang bisa disyukuri.

Yang peluang depresi lebih besar adalah  mas dari agency tadi, tiba-tiba kehilangan penglihatan, tapi malah dia tetap giat bekerja. Bukan aku yang secara fisik sehat dan tampang kece.

Jadi apa alasanmu stress dan tidak semangat bekerja?

4 thoughts on “Semangat Kerja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s