Numbers Never Lie

Ohh dia kurus… Ohh saya gemuk… Mmhhh dia itu kaya loh… mmhh  akukan lagi keree….

Pengalaman saya, berinvestasi dan berolah raga itu beda-beda tipis.

Sewaktu saya ingin mulai berinvestasi, maka kesehatan keuangan saya perlu diperiksa terlebih dahulu, dan itu semua adalah angka. Berapa pendapatan saya, berapa pengeluaran saya, berapa asset saya, berapa yang bisa saya sisihkan untuk menabung dan berinvestasi setiap bulannya, tujuan saya apa, dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut,semuanya itu adalah ANGKA.

Image

Begitu juga sewaktu saya mulai bergabung di klub kebugaran, sayapun harus memeriksa kondisi tubuh saya. Berapa tinggi, berat badan, kadar lemak, usia fisik saja dan lain-lain. dari data tersebutlah kemudian saya mulai menentukan target, dan mencari jalan dan cara untuk mencapai tujuan saya, dan lagi-lagi itu adalah ANGKA.

Entah kenapa, bicara dengan angka lebih membuat saya termotivasi ketimbang stress.

Beberapa kenalan di klub kebugaran merasa apa yang saya lakukan membuat stress, saya selalu menghitung perkiraan kalori yang masuk ke badan saya dan berapa kalori yang yang sudah terbakar, dan berapa minus kalori yang saya butuhkan per hari, agar badan saya melangsing.

Karena melangsing juga perkara matematika, pingin melangsing berarti kalori yang masuk harus lebih kecil dari kalori yang keluar.

Karena angka tidak pernah berbohong, maka saya mempercayakan semua kepada angka. Apa itu kaya, apa itu mapan, apa itu langsing, apa itu sehat, apa itu besar , apa itu kecil, dan lainnya..

‘Ohh dia kaya lohhh…. gajinya gede lohh, 20 jtan, sudah kerja 9 tahunan, dia banyak duit”

Yakin loe??? kamu harus cek, gaji 20jtan sudah punya asset apa kalau sudah kerja 9 tahun? bagaimana dengan gaya hidup? ehh jangan-jangan dia punya hutang kartu kredit karena kemarin habis belanja ke Singapore, maen gesek aja dan bayarnya pun harus dicicil.. duhhh itu mah bukan kaya… tapi KEREEEEE….  :)

Saya belajar di tempat kerja, tidak boleh mengatakan sesuatu yang di awan-awan. Semua harus jelas. Berapa target tahun ini, berapa target per quartal, berapa target per bulan, dan lagi-lagi.. apa yang harus kita lakukan untuk mencapai target itu.. semua itu harus jelas.. dan yang jelas adalah ANGKA.

So.. apa kamu tahu kenyataan hidupmu dalam bentuk ANGKA ??? :))

4 thoughts on “Numbers Never Lie

  1. numbers emang never lie.. tapi besar kecilnya itu relatif.
    kayak yang lu bilang, masalah gaji.. relatif tergantung gaya hidupnya.
    angka berat badan.. relatif tergantung tinggi badannya…
    angka usia.. relatif tergantung siapa yang diajak omong…
    😀

  2. wah ngena banget. Bahkan kerjaan saya sebagai tukang vector yg seharusnya melulu tentang seni, angka juga memegang peranan penting. Kapan deadline klien, jam berapa, berapa ukuran vectornya, semua juga angka.

    Postingan yang menarik. Wah aku komentator kedua. Wuih, angka lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s