Port Dickson

Awalnya saya tidak tahu di mana itu Port Dickson,malahan tidak pernah dengar. pertama kali mendengar Port Dickson adalah ketika menerima email akan diadakan gathering kantor se Asia Tenggara di Port Dickson, Malaysia.  baru deh mengerti ohh Port Dickson itu  di Malaysia🙂

Jangan beranggapan bakal ratusan orang berkumpul untuk gathering se – Asia Tenggara, total adalah 50 orang yang berkumpul, team dari Singapore jalan darat naik bis, sedangkan Vietnam, Thailand, Indonesia, naik pesawat.. (ya eyalah ya… jalan darat kapan sampe😛 )

Penerbangan team dari Indonesia, Vietnam dan Thailand disesuaikan agar tidak terlalu berbeda waktu sampai di Kuala Lumpur. Nahh team vietnam dan thailand di LCCT sedangkan team Indonesia di KLIA, kami menuju LCCT dengan menggunakan taxi kurang lebih 15 menit, karena bis yang menjemput kami standby di LCCT.

Seorang India berbadan tinggi, berkepala botak berkaca mata hitam sudah menunggu kami, pastinya dengan membawa tulisan nama perusahaan, kalau enggak mana kita tau itu Bapak nungguin kita hehehe…

Perjalanan dari airport menuju Port Dickson ditempuh kira-kira 30 menit, dengan kecepatan maks 80km/jam, kalau lebih dari 80 km/jam entar kena tilang. Driver ini suka sekali bercerita, segala macam cerita dari Pohon sawit sampai Kamasutra.  -_-

Soal kelapa sawit, ternyata temen saya ada yang belum pernah lihat pohon kelapa sawit, yah tulen anak Jakarta, Nah kalo si driver itu memberikan alasan kita enggak lewat jalan toll untuk bisa lihat pemandangan perkebunan pohon sawit, buat saya bosen banget, hampir sama seperti perjalanan Rantau Perapat – Medan.

Hasil  dari browsing Port Dickson, sepertinya tidak begitu spesial, jadi harapan satu-satunya adalah semoga hotelnya bagus dan menyenangkan, harap-harap cemas juga sewaktu sampai di Port Dickson.

Nama hotel yang kami tempati adalah Avillion Port Dickson, semua agenda dilakukan di hotel ini. Ternyata memang tidak ada apa-apa di Port Dickson untuk membeli air mineral saja butuh berjalan kaki 30 menit, itupun bukan sekelas 7-11, hanya warung yang dijaga engkoh bersinglet doank. Berhubung masih pumping ASI, butuh air mineral cukup banyak untuk cuci peralatan pompa ASI.

Ini nih yang saya gotong ke hotel, demi bawa oleh-oleh ASIP buat Kalev.

Oh ya untuk hotel Avillion buat saya cukup oke lah… iya lah gratis ini..😀

kamar menghadap laut, jalan menuju kamar bisa ketemu burung merak yang dilepas bebas di hotel

Saya berbagi kamar dengan Ety, tapi kok bukan dapat kasur twinbed, mungkin ini kamar cucok untuk yang hanimun, terbukti dari kamar ada jendela langsung ke kamar mandi, jad bisa lihat yang lagi mandi xixixiixixixix….

Tuh..kan shower-an bisa sambil ngobrol, kan ada jendela ke kamar😛

Untuk hari pertama, acaranya bebas, berhubung keluar hotel juga tidak ada yang menarik untuk dilakukan, kita keliling hotel saja😛,  ada spa dan cafe seperti gambar di bawah, tentu saya cuma lihat-lihat dan foto saja😛 spa-nya mihilll benerrr, berikut penampakannya.

Spa di lantai 1 dan di atasnya cafe, bisa nyantai di teras sambil menikmati aroma laut🙂

Agenda besok adalah team building, saya  mengira kami akan berpanas-panasan di pantai dengan segala macam permainan, sayapun  menyiapkan sepatu kets, dan ternyata 90% dilakukan di dalam ruangan, di ballroom hotel pula, yang pastinya ber-AC, pasti panitianya takut panas huehhehehe……

Kelompokpun dibagi, seperti biasa, naluri berkompetisi saya sangat kuat, pokoknya harus menang. Walaupun di tengah permainan saya agak putus harapan. kenapa ndah?? kecapean?? Bukan saudara-saudara. Team saya lebih sering memakai bahasa mandarin, dan saya nyaris tak mengerti sama sekali😦

Saya bertanya teman satu team dari Thailand, ternyata dia juga tidak bisa bahasa mandarin, jadi saya tidak sendiri hehehhe.. beberapa kali mengingatkan untuk mereka bicara dalam bahasa inggris (itupun ga janji saya ngerti semua xixixiixiixi .:P )

Satu permainan yang sangat berat, ini sudah saya prediksi pasti ada kalau di team building, team dibagi menjadi beberapa kelompok, kelompok pertama diperlihatkan sebuah benda tanpa temannya melihat, dan kelompok pertama menjelaskan ke kelompok ke dua, mereka boleh saling berdiskusi, dan kelompok kedua menjelaskan ke kelompok ke tiga, apa yang mereka tangkap dari penjelasan kelompok pertama, tapi kelompok ke tiga hanya boleh mendengarkan saja, nahh sampailah kelompok tiga menjelaskan ke kelompok terakhir dan kelompok terakhir ini membuat apa yang dijelaskan kelompok ke tiga dengan peralatan yang telah disediakan panitia.

Wong saya pernah main ini dengan sesama orang yang jelas-jelas berbahasa ibu bahasa Indonesia saja, akhirnya bisa kacau balau. Nah bisa bayangkan ini dengan dialek Taiwan, Malaysia, singapore, Thailand, Indonesia sudah ditebak hasilnya seperti apa🙂

Walaupun dengan segala macam perjuangan ( ciehhhhh…..) team kami menang juara pertama .. YAYYYY !!!!!😀

Sayang fotonya ga ada, lumayan juga hadiahnya, dapat headset, sampai rumah langsung cek harganya di website hihiihihiih😛

Intinya di acara ini semua harus bergembira, untuk 50 peserta disediakan doorprize 25 biji, nah tuh.. kemungkinan menang 50%, tapi memang saya rezekinya ga lewat beginian, saya ga dapat doorprize, padahal nilai terendah S$100 dan ada LED TV 42″ dan uang tunai s$1400

Tapi seperti saya bilang tadi, semua harus happy semua peserta sewaktu datang sudah dibagikan angpao senilai S$100 lumayanlahhhh…🙂

Malamnya kita ada acara di pinggir pantai, sekalian dinner dan free flow beer, pakai acara yang pastinya menghibur, dan makanan yang memuaskan perut🙂

selamat menikmati !!!!!!

Suasana yang menyenangkan, bisa menikmati matahari terbenam, menyantap makanan, menikmati hiburan, dan yang suka nge-beer bisa nge-beer sepuasnya…. dan bisa berinteraksi dengan teman-teman yang selama ini ga kenal, atau kenal nama saja, atau hanya kenal  lewat email saja🙂

Sunset Dinner

Acara kelar jam 11 malam, tapi yang mau lanjut nge-beer sokk silahkan, emaknya Kalev balik ke kamar harus pumping, siapin oleh-oleh ASIP buat Kalev.

Semoga penjualan tahun ini baik, biar bisa dapat bonus, dan gathering lagi dengan teman-teman se-Asia Tenggara. ( AMIEEENNNN…… !!!!)

Eitssss… tapi suatu postingan dengan banyak gambar, seperti sayur tanpa garam kalau tidak ada  foto narsis emak Kalev, nihh jurus bangao biar jualan makin josss dan sippp …😀😀😀

Jurus Bangao Mommy Kalev😉

2 thoughts on “Port Dickson

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s