30 ribu

30 ribu      = ongkos taxi dari kost – Plaza Smanggi

30 ribu      = makan nasi campur di depan kantor Plus liang teh

30 ribu      = ngopi2 di Gloria Jean’s

30 ribu     = ojek/babaj pulang pergi ke petojo kalo komsel

susah rasanya mencari nilai yang setara dengan 30 ribu, karena hampir tak berarti 30 ribu di kota Jakarta tercinta ini.

Miris rasanya mendengar kejadian di Pasuruan, 21 orang meninggal untuk zakat yang dibagikan sebesar Rp.30.000 per orang.

30 ribu yang kita keluarkan hanya untuk makan siang setiap harinya, tapi bagi mereka yang susah rela berdesak-desakkan hanya untuk uang sejumlah itu, bahkan sampai meregang nyawa.

7000 orang berdesak-desakkan demi 30rb, sedih mendengarnya….ada yang terinjak-injak, sesak nafas karena saling dorong.

Hanya demi 30 ribu…………………..😦

16 thoughts on “30 ribu

  1. @itik kecil
    iya mbak, denger2 ktnya tahun2 yang lalu mereka cuma bagikan zakat utk 1500- 2000 orang
    tahun ini melonjak menjadi 7000 orang.

    @Edy
    bener Ed, 30rb = nyawa manusia, tragis yahh..😦

  2. @kishandono
    menyedihkan yahhh…:(
    @qizink
    ahh kalo itu mungkin perkara harga diri sebagai preman sy rasa
    @Manik
    Semoga saja tidak yahh…, setidaknya kita harus ada rasa optimis untuk bangsa ini
    @Okta Sihotang
    iya…. segitu bisa kita habisin sehari, tapi untuk mereka yang susah sangat berarti.
    @Wi3nd
    iya… yahh..
    @mikekono
    bener turr…
    tragis yakk..
    @Chic
    terkadang kita kesel karena budget tipis trus ga bisa beli sepatu baru, padahal seharusnya mengucap syukur, karena di luar sana masih banyak yang kelaparan.

  3. Itulah bedanya 30 ribu.. pertimbangan awalnya, ngantri bentar, panas2an dikit, dpt deh 30 k..drpd mburuh seharian.. Hikmah dari tragedi 30 k itu, sgl hal butuh persiapan/perencanaan, kesabaran dan antisipasi.. Tp plg tidak, pihak asing yg mau njarah negeri ini jd pikir2, lha utk 30 k aja berani mati, apalagi utk kekayaan alamnya yg turah2 7 turunan.. Hmm.. Sungguh ironis ya..

  4. masa hanya duit segitu orang sampe rela mengorbankan nyawa? Dimana harga diri kita sebagai bangsa yang sesungguhnya kaya tapi dibuat miskin ini?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s