Perpuluhan

Ngomongin soal persepuluhan, yaitu mengembalikan sepersepuluh yang kita dapat ke rumah Tuhan. Kalo dapatnya 500rb ya dikembaliin 50 rb, kalo 1jt ya 100rb dan seterusnya.

Sewaktu kuliah dulu kiriman mulai 300rb – 700rb perbulan dan disisihkan 10% untuk perpuluhan. Memang berat sih rasanya tapi harus belajar setia.

Udah kerja, masih tetap memberi, dan akhirnya aku mengaku beberapa bulan terakhir bolong untuk memberi perpuluhan. Dengan segala alasan : lagi banyak kebutuhan, kayaknya gerejaku ga butuh2 banget perpuluhanku, kelupaan dan seterusnya dan seterusnya sampe 6 bulan ga memberi perpuluhan.

Seharusnya tabungan nambahnya signifikan dunkkk kalo sepersepuluh ga diberi ke rumah Tuhan, tapi nyatanya enggak, tabungan biasa – biasa aja.

Banyak alasan orang kenapa ga memberi perpuluhan :

  1. Perpuluhan hanya di perjanjian lama saja, tidak ada di perjanjian baru jadi itu ga perlu lagi
  2. Kita ga tahu uangnya dipake apa sama pendeta, enak banget dia dapat sepersepuluh, mulai deh ngitungin jumlah jemaat dan perkiraan pendapat mereka dan berapa yang didapatkan pendeta itu perbulannya. Asli pemikiran yang picik banget
  3. Ohhh saya sudah memberi ke anak yatim kok, terkadang saya sumbangkan ke panti jompo
  4. Wong pendetanya saja sudah kaya, ngepain beri perpuluhan, nihh saya saja masih berkekurangan
  5. Yang penting memberi, ya traktir teman, ato ngirim ke ortu sama saja
  6. dan masih banyak alasan lain

Teringat dulu sewaktu memberi perpuluhan, sama sekali berkat itu ga makin kurang, malahan ada aja berkat yang ga terduga. Bukan berarti memberi perpuluhan untuk ngarep berkatnya doank. Jadi memberi di sini ga seperti hitungan matematika yang kalo dikurang ya uang yang dimiliki semakin dikit. Malah kenyataan semakin banyak berkat.

Maleakhi 3:10 : “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan”

Seperti di atas udah janji Tuhan kok kalo memberi perpuluhan maka mendapat curahan berkat. Hayo sapa yang ga mau?

Tapi jangan mikirnya duit doank, kesehatan, suka cita, damai sejahtera itu juga berkat dari Tuhan, tapi kalo dpat berkatnya banyak duit juga mau kok hehehhehehhehe😛

Jujur nih.. (masa bohong) waktu aku setia dalam perpuluhan, pendapatan malah lumayan, pernah cek saldo kirain ada orang salah transfer jadi dibiarin dulu, baru trima slip gaji baru ngeh.. maklum pendapatan tidak menentu, tergantung penjualan printerku seantero Indonesia Raya ini.

Nah sekarang aku memperbaharui komitmen lagi, mau setia dalam perpuluhan, kalo kata orang entar yang “makan” tuh pendetanya. Wah itu mah bukan urusanku, yang penting aku sudah mengikuti Firman Tuhan, kalo pendetanya “aneh-aneh” ya dosa dia yang tanggung sendiri🙂

Sewaktu keuangan ketat abieezzzzz, mo bayar ini itu, banyak pengeluaran, tapi seperti Firman Tuhan di Maleakhi tadi “… dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan”

Yang Percaya katakan : “AMINNNNNNNNNNNNNN………”😀

6 thoughts on “Perpuluhan

  1. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Matius 6:33)

    Walaupun banyak utang dimana-mana… tetap semangat utk terus menghadap hadiratNya…wkwkwkwkw😀

    Ada amenn..??😛

  2. yup perpuluhan itu sangat penting..
    karena semuanya berasal dari Dia
    jadi sudah sepatutnya dikembalikan
    untuk pekerjaan memperluas kerajaanNya
    di bumi ini…

    yang percya katakan
    Amiinnn… :p

  3. setuju sama indah. Dulu, ibuku selalu wanti-wanti supaya aku commit dengan hal satu ini.beliau juga ngasih keteladanan kesetiaannya dalam melakukan perpuluhan. dan memang benar, Tuhan memberkati kehidupan kami dengan cara yang luar biasa. Bukan selalu mengacu pada berkat materiil lho… hehehe… ok, keep it that way indah. God bless

  4. Syaloom, saya percaya dan yakin perpuluhan memang harus kita lakukan. Hal ini sudah lama saya lakukan ( pernah juga sih lewat ) Disaat kita benar – benar kosong ada saja rejeki yang datang ke kita pada saat yang tepat kita perlukan juga rejeki bukan berupa uang saja tapi yang sangat saya rasakan kesehatan anak dan istri saya benar-benar dalam perlindunganNYA. Memang 10% rasanya besar tapi kasih dan setianya Tuhan tidak ternilai, GBU for all.

  5. saya ada prtanyaan mengenai perpuluhan, adakah dengan membantu orang miskin, pengemis dan orang susah dalam bentuk wang sudah cukup dan tidak perlu lagi memberi perpuluhan kepada gereja kerna membantu orang juga adalah tanda kesyukuran kita kepada Allah atau bagaimana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s