Mengenali Diri Sendiri

Merenung, berpikir, apakah sebenarnya aku sudah mengenal diriku sendiri.

apa yang Indah suka? apa yang Indah mau? Apa yang Indah cari? Indah sebenarnya sepertinya apa? Pakaian seperti apa yang sebenarnya Indah banget? dan masih banyak lagi pertanyaan tentang Indah, yang ternyata Indah sendiri belum tahu jawabannya.

Sepertinya tak umur lagi untuk mencari jati diri. Tapi tak ada kata berhenti untuk mengenal diri sendiri.

Takkan mampu mengenal dan menerima orang lain, sebelum kita bisa mengenal dan menerima diri kita sendiri.

Satu hal yang aku benci sama diriku sendiri, kenapa aku gampang kali nangis. huhhh

Kta temenku aku kayak preman, mantan bossku bilang aku itu tough, sahabatku bilang aku tahan banting.

Tapi kok menangis menjadi bagian dari hobby. Nonton infotainmentpun aku bisa nangis lihat berita perceraian, mungkin terlalu kubawa ke hati yah, kenapa mereka bercerai, apa yang ada di hati mereka sebenarnya, apa yang ada di pikiran mereka sampai bisa bercerai.

Setelah kuingat2 ternyata dari dulunya aku hobby nangis, waktu pengumuman UMPTN, aku lulus di salah satu PTN di Jogja, dan kutelpon kawan2ku di Bandung, ternyata beberapa di antara mereka ga lulus. Aku ingat aku menangis sejadi-jadinya. Sepertinya marah sama Tuhan, khan Indah udah doain mereka tiap hari, khan Indah sayang sama mereka, tapi kok……

Ga terima kalo temanku disakiti, sampai satu waktu aku pernah ngomong ke sahabatku “aku ga terima kalo kau balik lagi sama cewek itu, susah ku terima kau udah diperlakukan seperti itu, but if thats make you happy, go ahead”

Teman sekost berantem sama pacarnya dan tidak komunikasi dan tidak ketemu berhari-hari, bisa bikin aku sedih, n bujukin temenku itu biar baikan. Aku paling ga tahan kalo lihat orang marahan. apalagi toh sebenarnya sama2 sayang. cuma perkara gengsi siapa yang minta maaf duluan.

Agak2 pembelaan diri nih, sebenarnya Indah itu ga cengeng. Karena cengeng menurut Indah itu orang yang gampang menyerah, belum memulai udah KO duluan, gagal sekali lalu berhenti. MMhhh kalo itu kayaknya bukan aku deh..

Mungkin hanya hatiku aja yang terlalu gampang tersentuh, dan otak yang terlalu banyak mikir.

Contohnya aja sekarang lagi ada pameran indocomtech, berapa banyak selebaran kertas yang terpakai untuk sekali pameran. Dan terkadang pengunjung asal terima aja, dan sampai rumah nanti dibuang begitu saja. Udah berapa pohon yang ditebang untuk bikin selebaran sebanyak itu.

Mungkin aku terlalu memikirkan yang tidak harus dipikirkan ato bisa dibilang mikirin yang ga penting, tapi kalau ga mau peduli siapa lagi yang mau peduli?

Kadang berpikir apa aku terlalu berlebihan? apa aku terlalu aneh?

Terlalu gampang menangis, terlalu memikirkan hal yang kadang orang ga pernah pikirkan.

am i  freak? *sigh*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s