Fella, You Broke my Heart

Sebenarnya pingin nulis posting tentang liburan, soalnya aku happy banget liburan ini. Mulai dari banyaknya yang mbilangin kalo aku cantik waktu di Sg (wekkk cuihhhhh :P), dapat dompet Braun Buffel dari kantor (semua staff), gara2 performance yang ok quartal ini. Kick off yang seru di Batam, ketemu teman lama juga di sana, Sampe Jakarta besoknya ketemuan sama Kak Icus, trus ketemu temannya juga; Kak Alex, abis itu nginap di kost Oboth. What a perfect holiday to me…

Trus apa dunk yang menghancurkan hati Indah?

One of my friends, kita sih jarang2 kontak, tapi setidaknya sebulan sekali nelponlah. Biasanya saling ejek. Kemarin telponan trus mbahas, kenapa dia berubah dari yang aku kenal sewaktu SMA. Kayak kurang bergariah, tidak bersemangat, jadi sedikit pendiam.

Sebelumnya itu aku telponan juga sama seorang temen, sampe muncul ide kami untuk mencarikannya pacar, mungkin bisa bikin dia sedikit ceria. Padahal kamipun sama2 belum punya pacar. (sok2an cariin pacar buat orang lain)

Ternyata temanku ini sedikit kecewa dengan hidupnya. Katanya apa yang dia inginkan tidak pernah dia peroleh. Mulai dari gagal UMPTN, sampai di karir sekarang. Duh kawan bukannya harus kuliah di kampus berlambang gajah duduk (kok kayak lambang sarung yah, ah taulah kalian madsudku kampus mana itu) baru bisa sukses.

Secara tidak langsung dia kecewa sama Tuhan. Walaupun tidak dinyatakan secara eksplisit.

Mendengarkan kekecewaan kawanku itu benar2 menghancurkan hatiku.

Kok bisa? Dia pintar, tampang juga ga jelek2 bangetlah, masih bisa dibawa ke tengah, punya potensi untuk berhasil.
Sejam lebih ngobrol sama temenku ini, walaupun banyakan becandanya. Dia juga susah ngomong, bisa dibilang pendiam kalo berhadapan dengan wanita. “Nah loh kok samaku kau bisa ngobrol enak?” tanyaku. Jawab si kawan ” Ah kau kan bukan wanita” Hiksssss tega kali kawanku ini ngatain aku kayak gitu.

Sesampainya aku di kost, (telponan waktu aku di ITC nemenin sepupu belanja). Aku ga bisa nahan tangisku. Bingung harus apa, nanya Tuhan sebenarnya apa rencanaNya buat kawanku ini.

Aku berencana mbantuin dia cari kerjaan, ndukung dia. Teringat akan something in the past. 6 bulan had relationship with someone, ndukung dia cari kerja, lamarin kerjaan lewat internet karena dia ga bisa online di kantor, ngasih semangat, ncerewetin kalo harus datang interview dan tetap semangat walaupun tempatnya jauh, telponan dan latihan interview kira2 apa yang bakal ditanya nanti. Sampai akhirnya dia diterima kerja di tempat itu. Kemudian karena sesuatu masalah he just left me like that. Tapi seperti 6 bulan yang aku lalui benar2 hanya membantu dia mendapat kerja yang baik. but i’ts ok, berkat itu dari Tuhan, kalaupun dia dapat kerjaan, itu bukan karena Indah, tapi memang dari Tuhan, Indah cuma bantu klik lewat internet, dan sedikit mencreweti dia biar tetap semangat.

Nah… dulu aku bisa begitu untuk orang lain, sekarang seorang teman sepertinya butuh bantuan, tapi aku bingung harus gimana, membantu mulai dari mana.

Menangis ga akan membantu apa2 Ndah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s