Berhenti Bekerja

Menurut pandanganku wanita yang berhasil itu seperti mamiku. Berhasil membesarkan kami anak2nya, berhasil mendampingi papi. Walaupun mami hanya seorang ibu rumah tangga.

Hampir setiap wiken seringnya aku ke Bekasi, kakakku juga seorang ibu rumah tangga. Aku lihat bagaimana dia merawat anak2nya. Atau teriakan2nya mengingatkan Michelle untuk latihan piano, latihan kumon yang harus dikerjakan setiap hari. Juga setiap malam membantu Michelle menyusun roster untuk sekolah keesokan hari.

Aku juga teringat managerku di kantor sebelumnya (perempuan) yang kehilangan konsentrasi kerja karena meninggalkan anaknya di rumah dalam keadaan sakit.

Hal-hal di atas membuatku berpikir, apakah nanti aku kalau aku menikah berkeluarga dan punya anak bisa bekerja terus seperti sekarang?

Mudah2an nanti dapat suami yang bisa mencukupi segala kebutuhan keluarga ^__^, aku pun tak maslah mengorbankan pekerjaanku sekarang.

Aku mencintai pekerjaanku, satu pengorbanan besar buat aku kalo seandainya nanti harus berhenti bekerja. Walaupun sekarang teman dekatpun tak punya, aku mulai berpikir apa kegiatanku seandainya aku harus berhenti bekerja. Berhubung aku orangnya ga bisa diam, mungkin aku ga betah untuk jadi ibu RT yang di rumah saja.

Kemungkinan besar aku akan membuka usaha yang ga jauh2 dari hobbyku, apalagi kalo ga makanan. Aku suka makan dan aku suka bereksperimen di dapur, mencoba berbagai masakan.

Mungkin memiliki toko kue seperti Dapur Coklat, atau resto, pokoknya ga jauh2 dari makanan lah.

Aku akan tetap produktif, tapi aku bisa mengatur waktu untuk keluargaku nantinya. Aku masih bisa nganterin anakku les, atau ndampingin dia belajar, tapi aku juga masih bisa memberikan kontribusi keuangan dalam keluarga. Atau setidaknya aku tidak perlu meminta kepada suami untuk pergi ke spa, facial, pedi medi ke salon 🙂

Beberapa hari yang lalu ide lain muncul, menjadi instruktur aerobic. Ini karena sehabis latihan aerobic di ruang ganti pakaian, instrukturku menawariku untuk menjadi instruktur. Tinggal ngambil kelas khusus untuk sertifikatanya. Untuk potongan badan katanya aku cocok jadi instruktur. Kalau untuk gerakan, background dancer bikin aku gampang ngikutin gerakan aerobic.

Aku cinta perkerjaanku, tapi aku pingin nanti jadi ibu yang berhasil juga (seperti mamiku) apakah keduanya bisa berhasil secara paralel?

Kalau aku harus memilih, aku pilih berhenti bekerja jadi orang kantoran dan membuka usaha atau pekerjaan lain yang waktunya lebih fleksibel.

Ah jauh kali Indah mikirnya, step awal tentukan dulu siapa pasangannya…^__^

3 thoughts on “Berhenti Bekerja

  1. ooo…blum merrit ye. hai indah, just take look at my blog, you’ll find ur name hang on there bwa ha ha ha

  2. seram aku mbaca blog loe… bener2 penampakan sarjana Fisika beneran, bedalah sama blogku banyakan ga mutu isinya hahahhahaha =)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s