Dari “Titanic” sampai ” Terminal”

Tak bertemu kawan sekian tahun membuat penasaran, mmhh dia berubah ga ya? tambah cakep ato tambah hancur.. makin sopan ato tetep “gila”. yup… setiap orang bisa saja berubah ga hanya penampilan fisik, sikap n perasaan ga tertutup kemungkinan berubah.

Cuma satu temenku yang ga berubah, win, tetap narsis, tetap sok jago, tetap banyak ngomong, tapi ntah kenapa aku tetep sayang sama kawanku yang satu ini.

Ga dipungkiri aku juga mengalami perubahan. ya sedikit lebih dewasalah cieeeešŸ˜›

Kemarin aku nonton ulang film Terminal-nya si Tom Hanks, ga tau ya apa cuma aku aja yang nonton film ini nangis. Waktu si Gupta Rajan, menghalau pesawat yang akan mengantar Viktor pulang ke Krakozia pake tongkat pelnya, trus waktu Viktor rela pulang ke Krakozia demi kelangsungan pekerjaan teman2nya itu. Terharulah aku gimana seorang sahabat rela melakukan apapun buat sahabatnya yang lain.

Setelah aku tilik beberapa tahun belakangan ini gampang kalipun aku nangis. Mbaca blog orang yang nyeritain tentang emaknya pun bisa bikin aku nangis. Mungkin ada perubahan pada onderdil di dalam hatiku.

Teringat dulu sewaktu SMU, karena orang pada heboh nonton Titanic yang katanya filmnya mengharu biru. Akupun nekat pergi nonton sama Santi. Aku jemput dia ke Tasbih naik kreta (di jkt motor red) punya abangku, langsung kami ke Medan Plaza. Zaman SMU dulu orang kayak aku ini jaranglah beredar di mall, paling juga sama ortu. Nonton kali ini ga ngajak mami, gara2 dulu pernah ngajakin mami nonton film Casper di Deliplaza, bukannya nonton mamiku malah tidur.

Kamipun nonton film itu, dari awal sampe film habis, akupun bertanya-tanya.. mana nih yang bikin nangis?? ga adapun..:(

Kata orang2 sih sewaktu si Jack (Leonardo dicaprio) mati membeku ‘n tenggelam, itu adegan paling sedih ditambah musiknya bikin suasananya pas banget untuk nangis.

Keluar bareng Santi dari bioskop, akupun merepet, katanya sedih, katanya bikin nangis…. bla..bla..bla.. akupun merepet bak becak mesin medan.

Kukira hatiku sedikit berubah, kemungkinan dulu waktu SMU gara2 ekskul PKS bikin hati jadi sekeras batu, jadi susah nangis, mau ditabokin sama senior sampe pipi merah aja biasa2 aja.

Dari “Titanic” sampai “Terminal” bisa kusimpulkan ternyata Indah juga manusia. Semua bisa berubah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s