Posted by: Indah Sitepu on: April 1, 2008
Pekerjaanku itu ngembangin retail produk tempat aku kerja sekarang, yaitu printer laser. Aku bergabung mulai akhir bulan mei 2007, karena wilayah Jabodetabek juga belum tergarap dengan baik, tahun 2007 fokus untuk wilayah ini. Mulai 2008 mulai deh ngembangin yang di daerah.
Karena sebagai prinsipal aku bekerja sama dengan distributor, mulai dari program, display produk dll.
Karena tidak mau melangkahi distiku sendiri, untuk team di luara kota asal email aku pasti cc orang pusat mereka.
Beberapa waktu kemarin, aku mempersiapkan POSM (point of sales materials) untuk outlet di luar kota, email2an dengan team di Sby, dan cc satu orang HQ mereka. Karena cuma masalah pendistribusian POSM saya rasa tidak perlu cc managerku, dan manager pic di HQ distiku. Hanya email apa yang mereka butuhkan agar bisa aku siapkan, yang akan aku serahkan ke orang di HQ disti dan mereka yang mendistribusikan ke cabang mereka.
Berbalas2an email beberapa kali, pic yang HQ tidak ada komentar (yang aku cc email), Kemudian team di cabang tersebut report beberapa gambar display produk kami di beberapa outlet di wilayahnya, dan itu memang display yang baik. Dan email tersebut berisi ucapan Dear Indah, terima kasih atas supportnya dan bla..bla..bla..
Kemudian pic yang di HQ mereka membalas email tersebut dan cc ke managerku, managernya, GM-nya, dan juga Direkturnya tanpa mengirimkan ke aku. Dengan cara yang aku rasa kurang terpuji.
Semua email yang aku berbalas2an sebelumnya dihapus, kemudian kata2 awal di email balasan dari cabang tersebut
Dear Indah,
dihapus juga, kemudian dia membalas email tersebut. Jadi kesannya itu semua kerjaan dia, ga ada sangkut paut dengan Indah.
Tapi dia kurang beruntung managernya membalas email tersebut dan cc ke aku, ketahuan deh ulahnya. Sempat panas juga sih, ini madsudnya apa, pengen dapat kredit di kerjaan tapi kok caranya seperti ini. Aku yang siapin, aku yang tanya cabang mereka kebutuhannya apa, tiba2 setelah ada hasil, nongol deh dia di email, dan semua jejakku sebelumnya di email tersebut dihapus.
Aku ga mengambil sikap apa2, karena toh kami bukan satu perusahaan, yang dia perbuat tidak menjatuhkan performa kerja-ku di perusahaan tempat aku bekerja, setidaknya managerku tahu sebenarnya seperti apa. Karena aku membalas email dari team cabang tersebut cc ke managerku. Jadi dia tahu email yang versi original tanpa edit2an.
Bosku cuma senyum doank, katanya yah gitulah di distiku di mereka banyak politiknya biar dipandang ok. Yah karena si bos cuma senyum doank, dan dia juga tahu kebenarannya seperti apa, akupun merasa ga perlu marah, walaupun sedikit sebel, cukup senyum saja.
Komentar